Langsung ke konten utama

Puisi - Rembulan


Surya tenggelam digantikan sang rembulan
Tinta hitam melukis langit jingga
Elok rupa si raja malam
Menyaingi wajah desa temaram

Melampaui kesunyian lembah disana
Sendiri pun kau terlihat kokoh
Tetap tegar walau tak ditemani sang bintang
Namun kerapuhan apik kau sembunyikan
Mengapa demikian?

Bertahan demi menggantikan surya yang kelelahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi - Menanti

Ku tutup pintu hati ini Hingga tak ada lagi yang dapat merasukinya Walau mereka sempat menggetarkannya Ku tetap berusaha tegar pada pendirian Dahulu dia menghampiriku dengan setangkai mawar merah Sekarang aku menghampirinya dengan karangan mawar hitam Aku menunggunya dalam kesunyian Menunggu waktu menjemputku Dan bertemu kasihku disana Di kehidupan yang abadi

Cerpen-Curahan Hati Butiran Tanah

Semua mahluk hidup memiliki kisah dan sejarahnya sendiri . Lalu, bagaimana denganku? Aku hanya sebuah tanah yang bisa kalian temui dimana-mana dan perlu kalian ketahui juga, aku adalah sebagian dari dirimu. Bila digolongkan dalam teori ilmu alam yang kau pelajari, kalian pasti menyebut diriku sebagai ‘benda mati’. Tapi, bolehkah benda mati sepertiku memiliki kisah dan berbagi kisah selayaknya kalian mahluk hidup? Terdengar tidak logis memang, bila kau menggunakan akal mu untuk mendengarkan kisahku yang hanya sebuah benda mati. Coba kau pakai hatimu untuk mendengarkanku, lalu gunakan akal cemerlangmu untuk menganalisisnya. Kisahku dimulai saat Tuhan menciptakanku sebagai benda mati yang dapat menghidupkan sesuatu. Tuhan membuatku istimewa dengan memakai diriku untuk menciptakan mahluk yang paling sempurna dari mahluk lainnya yang bernama ‘manusia’. Tapi aku pun merasa rendah sekaligus kecewa saat diriku hanya sebuah dasar untuk kau pijaki. Mengabaikan fakta bahwa kau berasal dari diri...