Langsung ke konten utama

Puisi - Menanti


Ku tutup pintu hati ini
Hingga tak ada lagi yang dapat merasukinya
Walau mereka sempat menggetarkannya
Ku tetap berusaha tegar pada pendirian

Dahulu dia menghampiriku dengan setangkai mawar merah
Sekarang aku menghampirinya dengan karangan mawar hitam

Aku menunggunya dalam kesunyian
Menunggu waktu menjemputku
Dan bertemu kasihku disana
Di kehidupan yang abadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi - Rembulan

Surya tenggelam digantikan sang rembulan Tinta hitam melukis langit jingga Elok rupa si raja malam Menyaingi wajah desa temaram Melampaui kesunyian lembah disana Sendiri pun kau terlihat kokoh Tetap tegar walau tak ditemani sang bintang Namun kerapuhan apik kau sembunyikan Mengapa demikian? Bertahan demi menggantikan surya yang kelelahan.

Cerpen-Curahan Hati Butiran Tanah

Semua mahluk hidup memiliki kisah dan sejarahnya sendiri . Lalu, bagaimana denganku? Aku hanya sebuah tanah yang bisa kalian temui dimana-mana dan perlu kalian ketahui juga, aku adalah sebagian dari dirimu. Bila digolongkan dalam teori ilmu alam yang kau pelajari, kalian pasti menyebut diriku sebagai ‘benda mati’. Tapi, bolehkah benda mati sepertiku memiliki kisah dan berbagi kisah selayaknya kalian mahluk hidup? Terdengar tidak logis memang, bila kau menggunakan akal mu untuk mendengarkan kisahku yang hanya sebuah benda mati. Coba kau pakai hatimu untuk mendengarkanku, lalu gunakan akal cemerlangmu untuk menganalisisnya. Kisahku dimulai saat Tuhan menciptakanku sebagai benda mati yang dapat menghidupkan sesuatu. Tuhan membuatku istimewa dengan memakai diriku untuk menciptakan mahluk yang paling sempurna dari mahluk lainnya yang bernama ‘manusia’. Tapi aku pun merasa rendah sekaligus kecewa saat diriku hanya sebuah dasar untuk kau pijaki. Mengabaikan fakta bahwa kau berasal dari diri...